Showing posts with label Cara Cara. Show all posts
Showing posts with label Cara Cara. Show all posts

Cara Membuat Surat Lamaran pekerjaan



Surat lamaran pekerjaan (kerja) dapat dibuat dengan dua cara yaitu:
1. Surat lamaran pekerjaan yang digabungkan dengan riwayat hidup (resume, curriculum vitae). Dalam model ini riwayat hidup termasuk isi surat. Karena isinya berupa gabungan, model ini juga disebut model gabungan

2. Surat lamaran yang dipisahkan dari riwayat hidup. Dalam model ini riwayat hidup merupakan lampiran. Karena itu model ini juga disebut model terpisah. Model terpisah ini lebih banyak dipakai. Walaupun dalam pembuatannya memerlukan dua kali kerja, namun surat lamaran model ini lebih digemari oleh pencari kerja karena suratnya tidak panjang.

Isi surat lamaran harus singkat, padat, tidak bertele-tele, langsung mengenai persoalannya.
Yang dikemukakan ialah semua hal yang disyaratkan oleh lowongan jabatan yang bersangkutan.

Yang harus diperhatikan dalam menulis surat lamaran pekerjaan adalah :

1. Data pribadi pelamar yang meliputi :

* Nama Lengkap
* Tempat dan Tanggal Lahir
* Alamat
* Telepon dan/atau HP
* E-mail (bila ada, tidak wajib)
* Status Perkawinan

Khusus untuk Nomor Telepon atau Nomor HP tersebut di atas, jangan lupa untuk menuliskannya. Karena perusahaan penerima lamaran anda akan dapat langsung dan dengan cepat menghubungi anda.
Bila anda tidak memiliki Telp/HP, maka gunakan Telp/HP tetangga/family/rekan anda.
Hal ini kelihatannya remeh padahal SANGAT PENTING, terutama untuk perusahaan yang sebenarnya hanya membutuhkan tambahan satu atau beberapa pegawai saja.

2. Pendidikan

* Pendidikan formal misalnya SD/SMP/SMA/Akademi/S1, dsb.
* Pendidikan non formal yaitu kursus-kursus atau pelatihan yang pernah diikuti

3. Pengalaman bekerja

* Jika telah memiliki pengalaman kerja, sebutkan dalam surat lamaran, apakah sesuai dengan jabatan yang dilamar atau di bidang lain. Bila belum pernah bekerja sebaiknya menyebutkan kemampuannya untuk jabatan yang dilamar berdasarkan kemampuan yang dimilikinya itu.

4. Lampiran Surat Lamaran Pekerjaan

Lampiran adalah segala sesuatu yang disertakan dalam sebuah surat lamaran dengan maksud untuk mempertegas atau memperkuat surat tersebut sebagai bahan pertimbangan bagi pihak badan usaha atau instansi yang menawarkan pekerjaan.

Lampiran dalam surat lamaran pekerjaan adalah :

* Daftar Riwayat Hidup atau CV (Curriculum Vitae) atau Resume
* Foto copy Ijazah terakhir
* Foto copy sertifikat kursus/pelatihan
* Pas Foto terbaru
* Surat Keterangan Catatan Kepolisian (tidak wajib, namun bila ada, lebih baik)
* Surat Keterangan Kesehatan dari Dokter (tidak wajib, namun bila ada, lebih baik)
Sumber : Recruitment Rizki AAP, Arif Budiman's Weblog, Sri Wahyuningsih


Artikel ke 2 :

Quote

Berdasarkan riset sosial tentang kemampuan membuat surat lamaran kerja, ada beberapa kesalahan yang kadang terjadi. Sehingga sudah ribuan lamaran kerja anda kirimkan, namun belum ada balasannya. Mungkin salah satu tips di bawah ini adalah masalahnya.

1. JANGAN TERLALU BERTELE-TELE

Saya sangat tertarik dengan iklan yang dimuat.
Oleh karena itu saya bermaksud untuk melamar pekerjaan tersebut.
Juga sekalian harapan saya, dengan surat lamaran ini
kita bisa mempererat tali silaturahmi antara kita berdua.
Bukankah dalam agama pun telah diterangkan betapa pentingnya arti sebuah silaturahmi .... ................................

2 BAHASANYA JANGAN SOK GAUL

Dengan hormat banget , boss !!!
Halo boss, capee deeehhh !!! apa kabar nich.....?
Saya mo ngelamar kerja nich..boleh dong...
Please...boleh ya.........
.................................

3 BAHASANYA JANGAN SOK PREMAN

Gue pernah kerja di kantor bokap,
tapi gue dikeluarin, setan banget deehhh !!
Sekarang gue ngelamar kerja di kantor elo,
ga usah khawatir soal jabatan deh.....
Ok deh !! gue tunggu panggilan kerja dari elo.
......................................

4 BAHASANYA JANGAN SOK AKRAB

Dengan hormat,
Hai apa kabar nih? baik-baik aja kan ?
Saya juga ketika menulis surat ini dalam keadaan sehat wal afiat.
Semoga Bapak juga baik-baik aja seperti saya disini.
Ngomong-ngomong gimana kabar anak-anak, sehat kan ?
Istri pasti makin cantik aja.....salam aja ya buat mereka.
Oya .. hampir lupa, saya bermaksud melamar pekerjaan pada perusahaan Bapak, bisa kan ?
................................

5 JANGAN TERLALU BANYAK MENGGUNAKAN SINGKATAN

Dgn Hrmt.
Ttrk dgn ikl lwg krj yg dmt pd srt kbr edisi sls.
Sy brmskd mengisi lwg yg bpk bthkn.
Dri thn 1999 - 2004, sy tlh bkj di aptk km farma, di bag cln srv.
...............................

6. Jika tidak diminta, JANGAN MENENTUKAN GAJI

Untuk posisi manajer, saya minta gaji per bulan, 20 juta saja.
Untuk posisi pengawas lapangan, saya rasa cukup 2 juta per bulan.
Bila sebagai staf biasa .... gratis deh

Cara Membuat Daftar Riwayat Hidup


www.zaenalizza.name Cara membuat Daftar riwayat hidup untuk persyaratan lamaran pekerjaan.


Format Curriculum Vitae (CV) atau Daftar Riwayat Hidup atau sering disebut Resume, di setiap negara berbeda-beda. Hal ini karena dipengaruhi oleh budaya, kebiasaan, pandangan politik, juga aturan main yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, untuk resume standar di Amerika Serikat (USA) tidak perlu mencantumkan hal-hal yang dianggap sangat pribadi seperti foto, status perkawinan, tempat dan tanggal lahir.

Sedangkan di Indonesia justru sebaliknya, dalam membuat CV atau Daftar Riwayat Hidup, justru wajib mencantumkan status perkawinan, tempat dan tanggal lahir, serta melampirkan foto.

Berikut ini beberapa hal yang hendaknya diperhatikan dalam membuat Curriculum Vitae (CV) atau Daftar Riwayat Hidup, atau Resume untuk perusahan/instansi/lembaga di Indonesia (baik untuk perusahaan/lembaga lokal, nasional, maupun internasional).


A. Urutan Penulisan Curriculum Vitae (Resume, Daftar Riwayat Hidup)

1. Identitas (Data Pribadi)

Cantumkan identitas anda dengan jelas, seperti : Nama Lengkap, Jenis Kelamin, Tempat dan Tanggal Lahir, Kewarganegaraan, Agama, Status Perkawinan, Tinggi dan Berat Badan, Alamat Lengkap, Telepon & HP, serta e-mail (bila ada).
Khusus untuk e-mail, sebaiknya anda memilikinya. Jika tidak memilikinya, anda dapat membuat alamat email di Gmail, Yahoo, atau Hotmail (silakan klik) atau yang lainnya.

2. Pendidikan

Cantumkan pendidikan formal dan pelatihan/kursus yang pernah anda ikuti; lengkap dengan tahun masuk dan tahun lulus, jurusan, jenjang studi, dan nama lembaganya. Urutannya dimulai dari pendidikan formal terlebih dulu, baru kemudian pendidikan non formal (pelatihan, kursus, dsb).

3. Kemampuan

Uraikan secara singkat kemampuan anda yang relevan dengan bidang pekerjaan yang dilamar. Misalkan anda melamar kerja di bidang akuntansi, maka jelaskan secara singkat bahwa anda memahami akuntansi dan administrasi, sistem perpajakan, biasa bekerja menggunakan komputer, dsb-nya. Tentu saja kemampuan-kemampuan yang anda tulis/cantumkan tersebut harus benar-benar anda miliki. Jangan mencantumkan kemampuan yang tidak anda miliki.

4. Pengalaman kerja

Cantumkan deskripsi singkat tentang pekerjaan anda pada perusahaan sebelumnya, lengkap dengan pangkat, jabatannya, jenis pekerjaan, prestasi (bila ada), tanggung jawab dan wewenang pekerjaan. Serta periode kerja, yaitu bulan dan tahun mulai menempati dan mengakhiri posisi tersebut.
Urutannya dimulai dari pekerjaan (atau jabatan atau posisi) terakhir.

5. Pengalaman Organisasi (bila ada)

Cantumkan pengalaman organisasi yang relevan (sesuai atau berhubungan) dengan jenis pekerjaan yang anda lamar tersebut. Bila tidak ada yang relevan, lewati saja nomor 5 ini.

6. Referensi Kerja (bila ada)

Bila memungkinkan, cantumkan referensi, yaitu orang yang bisa dihubungi oleh pihak penyeleksi lamaran kerja untuk menanyakan hal-hal penting seputar diri anda (biasanya nama atasan dimana anda bekerja sebelumnya).

Penting : Dalam hal pencantuman nama orang yang akan dijadikan referensi, anda harus sangat yakin bahwa orang tersebut benar-benar mengetahui tentang anda serta akan memberikan informasi positif mengenai diri anda. Seandainya anda ragu-ragu bahwa orang tersebut akan memberikan informasi positif tentang anda, maka anda tidak perlu mencantumkan referensi kerja tersebut (lewati saja yang nomor 6 ini).

7. Pengalaman lain yang menunjang (bila ada)

Cantumkan pengalaman lain yang menunjang "promosi anda". Dan sebaiknya yang relevan dengan jenis pekerjaan yang anda lamar tersebut. Jika anda melamar untuk posisi pemrogram komputer, maka pengalaman anda sebagai Ketua RW atau juara bulutangkis, tentunya tidak relevan. Jadi bila tidak ada yang relevan, lewati saja nomor 7 ini.

B. Kertas, Huruf, Foto, Dokumen Pendukung

1. Gunakan kertas putih polos

CV hendaknya polos tidak menggunakan background image (dasar bergambar). Sebaiknya jangan menggunakan form CV yang dijual di toko-toko.

2. Diketik dengan huruf standar surat resmi

CV jangan ditulis tangan, namun diketik. Gunakan huruf dengan ukuran dan jenis standar (warna hitam), contohnya font jenis Arial atau Times New Roman.

3. Foto terbaru

Lampirkan pas foto terbaru ukuran 3x4 atau 4x6. Sebaiknya gunakan pas foto berwarna, dan berpakaian resmi (misalkan jas lengkap dengan dasi).

4. Dokumen pendukung

Lampirkan dokumen atau bukti-bukti tentang hal-hal yang dituliskan dalam CV (resume), seperti ijazah, transkrip nilai, sertifikat atau penghargaan, dsb (dokumen pendukung tersebut dalam bentuk photocopy).
Agar dokumen pendukung yang dilampirkan tidak terlalu banyak, sebaiknya anda menyeleksi/menyortir dokumen mana yang paling penting dan relevan untuk dilampirkan.

Penting : Bila transkrip nilai anda tidak bagus, maka anda tidak perlu melampirkannya. Karena CV atau resume tersebut merupakan promosi diri anda. Namun, seandainya perusahaan penerima kerja meminta/mensyaratkan untuk melampirkan transkrip nilai, barulah anda "terpaksa" melampirkannya.
Sebaliknya jika transkrip nilainya bagus, anda justru harus melampirkannya.



Beberapa Saran Penting

Jujur, Jangan Berbohong

Ingat, jangan sekali-kali menuliskan pada CV anda suatu pengalaman yang anda sendiri tidak mengalaminya. Memang seseorang terkadang merasa gengsi dengan pengalaman yang dia miliki, karena merasa kalah pengalaman. Percayalah pada diri anda sendiri bahwa anda mempunyai kelebihan yang orang lain tidak punya.

Jumlah Halaman

Pada umumnya CV hanya terdiri dari 1 (satu) atau 2 (dua) halaman. Namun jika memang riwayat pekerjaan/karir anda sangat banyak, juga pendidikan/kursus/pelatihan anda sangat banyak. Dan anda menganggap bahwa itu penting untuk ditampilkan, maka anda boleh menambahkannya menjadi 3 (tiga) halaman CV sebagai lampiran Surat Lamaran Kerja, tidak masalah.
Tetapi khusus untuk Surat Lamaran Kerja, tetap upayakan 1 (satu) halaman.

Tata Bahasa, Tanda Baca, dan Ejaan

Tidaklah dibenarkan jika dalam resume terjadi kesalahan-kesalahan menyangkut tata bahasa, tanda baca, dan ejaan. Bacalah kembali tata bahasa di buku atau Kamus Bahasa Indonesia.
Jika anda menulis CV dalam Bahasa Inggris, dan anda belum yakin, maka cobalah minta dicek kembali atau di-review oleh teman/kerabat yang menguasai Bahasa Inggris tersebut.

Eksplisit (Gamblang, Jelas)

Jangan membuat orang yang membaca CV atau resume anda mengintepretasikan atau mengartikan hal yang berbeda.
Contoh sederhana : Di CV pada bagian pendidikan, anda menuliskan Sarjana Akuntansi Universitas Pancasila, dan tidak menambahkan nama kota lokasinya. Jangan berasumsi bahwa pembaca pasti tahu Universitas Pancasila itu ada di Jakarta. Oleh karena itu tambahkan nama kota dibelakangnya, misalkan Sarjana Akuntansi Universitas Pancasila - Jakarta.

Mudah Dibaca dan Mudah Dicerna

CV yang dibuat secara kacau-balau menggambarkan pikiran yang tidak jernih dan ketidakmampuan penulis dalam menuangkan isi hatinya. Oleh karena itu sangat penting membuat CV yang mudah dibaca, mudah dicerna, urutannya jelas, dan logis.
Bila perlu bagian-bagian atau kata-kata yang anda anggap sangat penting untuk ditonjolkan, dapat ditulis dengan huruf tebal (bold). Namun jangan terlalu banyak bagian yang ditebalkan, sehingga tidak terlihat lagi bagian yang sangat penting tersebut.

Cara Menghilangkan Jerawat Di Badan Secara Alami

Mengatasi jerawat pada tubuh tidak sama dengan wajah. Anda perlu memperhatikan ritual mandi, pemakaian busana sampai pola makan. Ini dia beberapa tips mengatasi jerawat di tubuh, seperti dilansir Ourvanity. 



 1. Mandi yang Bersih Mandi dua kali sehari dengan cara yang benar. Gosok-gosok badan termasuk di ketiak, lipatan kaki, lengan sampai bagian belakang. Pilih sabun yang mengandung glycolic acid atau yang khusus untuk kulit berjerawat. Hindari sabun atau lotion yang tinggi kadar parfumnya. Mandi dengan sabun bayi bisa membantu mengurangi iritasi kulit penyebab jerawat semakin parah.

 2. Kenakan Pakaian yang Nyaman Pilih pakaian yang terbuat dari bahan yang nyaman, mudah menyerap keringat dan memungkinkan kulit untuk bernapas. Baju yang terlalu ketat akan menyulitkan kulit untuk bernapas dan menyebabkan bakteri penyebab jerawat dan bau tidak sedap tumbuh subur. Baju berbahan katun, spandeks atau jersey cocok untuk kulit berjerawat.

 3. Segera Mandi Setelah Berkeringat atau Olahraga Setelah fitnes, olahraga atau beraktivitas yang mengeluarkan banyak keringat, disarankan untuk segera membersihkan diri. Jerawat seringkali mudah muncul pada tubuh yang lembab karena keringat berlebih. Bila tidak bisa segera mandi, sediakan selalu tisue basah. Setidaknya cukup untuk membersihkan bagian tubuh yang rentan berjerawat. 

 4. Benzoyl Peroxide Untuk mengurangi pertumbuhan jerawat, bisa menggunakan krim/gel/spray mengandung benzoyl peroxide yang bisa dibeli di apotek. Aplikasikan hanya pada bagian yang berjerawat saja. Perlu diperhatikan bila Anda memiliki kulit cenderung sensitif karena berpotensi menimbulkan iritasi atau alergi. Coba dulu di sedikit bagian tubuh. Apabila terjadi iritasi, segera hentikan pemakaian.

 5. Cara Natural Bila kulit Anda sensitif, buatlah ramuan 'anti jerawat' sendiri. Campurkan 1 sendok teh olive oil, calandula dan almond oil. Tambahkan dua tetep tea tree oil dan 1 tetes chamomile oil. Aduk hingga rata dan terapkan pada bagian yang bermasalah setiap hari.

Foto - Foto Salad Pizza Hut


Yeah,,,,Bener bener mantapp berbuka puasa dengan menu Salad Pizza hut ,,Ayo wajib di coba !Mmmm Nyumi,,,,,,!! 









Resep Dan Cara Memasak Nila Goreng Lengkuas

Banyak resep makanan yang bisa kita coba untuk membuat masakan yang enak untuk di cicipi,nah begitu juga kali ini saya akan posting tentang resep dan cara memasak  Nila Goreng Lengkuas.  
Bahan Untuk Resep Nila Goreng Lengkuas Adalah :
-          500 gram ikan nila, dibersihkan
-          1 sendok teh air asam
-          100 gram lengkuas
-          50 ml air
-          Minyak untuk menggoreng
Bumbu Halus Resep Nila Goreng Lengkuas  :
-          8 butir bawang merah
-          3 siung bawang putih
-          3 butir kemiri, disangrai
-          2 cm kunyit, dibakar
-          1 sendok teh garam
-          1/2  sendok teh merica
Sambal Kecap Bawang Resep Nila Goreng Lengkuas  :
-          4 sendok makan kecap manis
-          5 butir bawang merah, diiris iris
-          5 buah cabai rawit merah, diiris
-          1 buah tomat, dipotong kotak kecil
Cara Memasak Nila Goreng Lengkuas  :
  1. Lumuri ikan dengan air asam, lengkuas parut, air dan bumbu halus. Aduk rata. Diamkan 30 menit dalam lemari es
  2. Goreng dalam minyak yang dipanaskan di atas api sedang sampai matang
  3. Sambal kecap, campur kecap manis, bawang merah, cabai rawit dan tomat. Aduk rata
  4. Sajikan ikan nila bersama sambal kecap bawang.
  5. nah itulah beberapa resep nila Goreng Lengkuas ,,mantap kan ,,cocok buat santap berbuaka puasa ,,nyam nyam...

Cara Mengatasi Bibir Kering

Cara mengatasi Bibir Kering . Masalah yang sudah banyak di jumpai dengan penyakit bibir kering ,

Kekeringan Pada bibir jika terlalu lama dibiarkan akan menyebabkan luka dan hal itu akan membuat anda merasa tidak nyaman dan menganggu pola nafsu makan anda.
Makanya dari itu garus di cegah atau d obati secara terus menerus a.ada beberapa penyebab bibir kering :


Beberapa penyebab bibir kering

1.Perubahan suhu yang membuat kulit bibir kita sulit untuk beradaptasi

2.Kebiasaan membasahi bibir dengan menggunakan lidah

3.Merokok

4.Makanan makanan yang terlalu asin dan asam

5.Kurang minum air mineral


Itulah beberapa penyebab kulit bibir menjadi kering yang banyak di alami oleh orang ,termasuk saya juga pernah mengalaminya .nag sekarang beberapa cara untuk Mengatasinya :

Beberapa Cara mengatasi bibir kering

1. Air mineral :
cukupi kebutuhan cairan tubuh anda dengan banyak minum air putih. Air putih sangat baik untuk kesehatan mengingat tubuh kita 75% terdiri dari air.
2. Kurangi Merokok:
merokok merupakan salah satu penyebab bibir kering. Kebanyakan para perokok memiliki bibir kering.
3. Konsumsi Sayuran dan Buah:
sayuran dan buah memang banyak mengandung zat yang mampu menyehatkan tubuh. Jika untuk solusi mengatasi bibir kering anda dapat memperbanyak mengkonsumsi sayuran dan buah yang mengandung vitamin E karena sangat berguna sekali untuk regenerasi sel kulit yang rusak.
4. Pelembab Bibir:
biasanya ini sering digunakan oleh kaum hawa dan pelembab bibir ini dapat membantu anda untuk mengatasi masalah ini.

Itulah Beberapa Cara untuk Mengatasi Bibir kering yang bisa saya tulis pada postingan kali ini,mudah mudahan dapat menambah pengetahuan dan juga bermangfaat bagi anda.

Tata Cara Sholat

Sholat merupakan salah satu bentuk ibadah yang diwajibkan Allah Ta’aala kepada seluruh ummat Islam. Seorang muslim yang melaksanakan sholat dengan istiqamah, menjaga kekhusyu’an dan ikhlas untuk menyembah dan mengharap ridho-Nya akan merasakan betapa besar faidah dan fadhilah sholat baginya.



Sholat juga merupakan sebuah ibadah yang tata caranya sudah ditentukan dan dicontohkan oleh Rasulullaah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullaah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صلوا كما رأيتموني أصلي

Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat. (HR. Bukhari)
Oleh sebab itulah, setiap muslim  harus tahu bagaimana tata cara sholat sebagaimana Rasulullaah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam sholat. Dan inilah penjelasannya.
1. Berdiri Menghadap Kiblat
Sholat diawali dengan berdiri menghadap kiblat bagi orang yang mampu. Jika tidak mampu dapat dilakukan dengan cara duduk atau tidur miring, sebagaimana sabda Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam:
 
Telah menceritakan kepada kami ‘Abdan dari ‘Abdullah dari Ibrahim bin Thohman berkata, telah menceritakan kepada saya al-Husain al-Muktib dari Abu Buraidah dari Imran ibn Hushain Radhiyallaahu ‘anhu ia berkata: Pada saat aku terkena penyakit bawasir, aku bertanya kepada Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam tentang caraku mengerjakan sholat. Maka Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sholatlah dengan cara berdiri, jika tidak mampu maka duduk, dan bila tidak mampu maka tidur miring.” (Shahih al-Bukhari, hadits no. 1050)
Hukum berdiri di dalam melaksanakan sholat fardhu adalah wajib. Sementara pada sholat sunnah, hukumnya adalah sunnah. Di dalam sebuah hadits shahih disebutkan:
 
Telah menceritakan kepada kami Abu Ma’mar, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Abdul Warits, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Husain al-Mu’allim dari Abdullah ibn Buraidah bahwa ‘Imran ibn Hushain Radhiyallaahu ‘anhu adalah seorang yang pernah menderita sakit wasir. Dan suatu ketika Abu Ma’mar berkata, dari Hushain yang berkata: Aku pernah bertanya kepada Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam perihal seseorang yang melaksanakan sholat dengan duduk. Maka Beliau Shollallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Siapa yang sholat dengan berdiri maka itu lebih utama. Dan siapa yang melaksanakan sholat dengan duduk maka baginya setengah pahala dari orang yang sholat dengan berdiri dan siapa yang sholat dengan  dengan tidur (berbaring) maka baginya setengah pahala orang yang sholat dengan duduk.” Berkata Abu Abdullah: “Menurutku yang dimaksud dengan tidur adalah berbaring.” (Shahih al-Bukhari, hadits no. 1049)
Tata cara berdiri adalah kedua kaki diluruskan. Antara ujung keduanya direnggangkan sekira satu jengkal, dan diantara kedua tumit sekira empat jari. Wajah ditundukkan memandang ke arah tempat sujud. Kemudian membaca surat an-Naas sebagai permohonan kepada Allah Ta’aala agar dijauhkan dari godaan syaithan. Di sebutkan di dalam kitab Bidayah al-Hidayah karya al-Imam al-Ghazali Rahimahullaahu Ta’aala:
 
“Hendaklah berdiri menghadap kiblat seraya meluruskan dua kaki dan tidak merapatkannya. Berdiri dengan tegak kemudian membaca surah an-Naas sebagai permohonan agar dijaga dari godaan syaithan yang terkutuk.” (Bidayatu al-Hidayah halaman 44)
Setelah itu disunnahkan melafadzkan niat dengan tujuan untuk membantu menghadirkan niat di dalam hati. Dalam hal ini Syaikh Muhammad bin Umar an-Nawawi al-Bantani di dalam kitab Kasyifatu as-Saja Syarh Safinatu an-Najah pada sub bab yang menyebutkan rukun-rukun Sholat, beliau menjelaskan:
 
“Adapun yang pertama adalah niat di dalam hati. Tidak wajib diucapkan dengan lisan. Akan tetapi mengucapkan niat hukumnya adalah sunnah untuk membantu hati melafadzkan niat.” (Kasyifatu as-Saja Syarh Safinah an-Najah halaman 65)
Dalam beberapa kesempatan, Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam pernah melafadzkan niat, misalnya dalam ibadah Haji. Dijelaskan dalam sebuah hadits:
 
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Husyaim dari yahya bin Abu Ishaq dan Abdul Aziz bin Shuhaib dan Humaid bahwa mereka mendengar dari Shahabat Anas Radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan, “Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu untuk umrah dan haji.” (Shahih Muslim No. 2194)
Konteks hadits diatas berbicara dalam persoalan haji. Akan tetapi sholat dapat di-qiyas-kan kepada haji. Jika ketika melaksanakan ibadah haji sunnah melafadzkan niat, maka dalam sholat juga demikian, dianjurkan melafadzkan niat dengan tujuan membantu hati agar juga dapat melafadzkan niat.
Lebih jelas lagi ditegaskan oleh Syaich Hasan ibn ‘Ali as-Saqafi sebagai berikut:
 
“Melafadzkan niat ketika hendak bertakbiratul-ihram adalah sunnah. Pada saat Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seluruh amal perbuatan bergantung kepada niat”, Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah bersabda, “Keraskanlah (lafadzkanlah) niatmu”. Oleh karena itu, orang yang menghadirkan niat di dalam hatinya dan tidak diucapkan, maka sah sholatnya. Demikian pula jika ia mengucapkan dengan lisannya, sholatnya juga sah dan ia telah melaksanakan perbuatan sunnah. Hal yang demikian ini sangat berbeda dengan pendapat segelintir orang yang mengatakan bahwa perbuatan tersebut adalah bid’ah yang tercela. Bagaimana mungkin melafadzkan niat menjadi bid’ah sedangkan di dalam beberapa ibadah yang lain Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam justru melakukannya (melafadzkan niat), misalnya pada saat Beliau Shollallaahu ‘alaihi wa sallam memperdengarkan kepada orang banyak di waktu melaksanakan ihram untuk haji, yakni ucapan Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam: “Labbaika bi ‘umratin wa hajjin” (Yaa Allah, aku penuhi panggilan-Mu untuk ‘umrah dan haji). Begitu pula ketika pada suatu saat Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam menemui sayyidah ‘Aisyah Radhiyallaahu ‘anhaa untuk makan pagi. Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apakah ada makanan?” ‘Aisyah Radhiyallaahu ‘anhaa menjawab “Tidak ada”. Kemudian Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan, “Kalau begitu aku akan berpuasa”. (Shahih Sifat Shalat an-Nabi halaman 68)
2. Takbiratul Ihram
Setelah melafadzkan niat, segera mengucapkan takbiratul-ihram. Disebut takbiratul-ihram karena dengan takbir tersebut, dapat mengharamkan semua perbuatan yang sebelumnya boleh dilakukan, misalnya berbicara, makan, minum, bergerak yang banyak dan sebagainya.
Pada saat mengucapkan takbiratul-ihram, niat sholat disertakan di dalam hati. Inilah niat yang sesungguhnya di dalam sholat. Artinya jika seseorang berniat sebelum takbiratul-ihram maka sholatnya tidak sah, begitu pula jika berniat sesudah takbiratul-ihram.
Di dalam kitab Kasyifatu as-Saja Syarh Safinatu an-Najah disebutkan:
 
“Dan wajib menyertakan niat dengan takbiratul ihram, karena hal itu adalah kewajiban pertama yang dilaksanakan dalam sholat.” (Kasyifat as-Saja halaman 65)
Adanya kewajiban niat ini berdasarkan sabda Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam:
 
Telah menceritakan kepada kami Abdullah ibn Maslamah ia berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Yahya bin Sa’id dari Muhammad ibn Ibrahim dari Alqamah ibn Waqash dari Umar ibn Khatthab Radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata: “Saya mendengar Rasulullah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersada, “Seluruh amal perbuatan tergantung kepada niatnya. Dan setiap orang akan memperoleh apa yang ia niatkan. Barangsiapa niat hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin ia peroleh atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa yang ia diniatkan.” (Shahih al-Bukhari hadits no. 52)
Ketika melaksanakan takbiratul-ihram, disunnahkan mengangkat tangan hingga lurus dengan pundak. Sementara jari-jari tangan diluruskan dan tanpa menggenggam telapak tangan. Di dalam kitab Bidayah al-Hidayah dijelaskan:
 
“Angkatlah kedua tanganmu ketika takbiratul-ihram sampai lurus pada kedua pundakmu setelah sebelumnya tegak lurus  ke bawah. Kedua tangan dibentangkan dan jari-jarinya diluruskan, tidak terlalu dirapatkan atau direnggangkan. Caranya adalah tangan diangkat hingga dua jempol bertemu dengan dua daun telinga, dan jari telunjuk berada di atas dua telinga dan telapak tangan berada di atas kedua pundak.” (Bidayah al-Hidayah halaman 45)
Hal ini juga dilaksanakan ketika akan ruku’, I’tidal dan berdiri dari tasyahud awal. Didasarkan pada hadits shahih riwayat Abdullah ibn Umar Radhiyallaahu ‘anhu:
 
Telah menceritakan kepada kami Abu al-Yaman ia berkata, telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari az-Zuhri ia berkata, telah mengabarkan kepada kami Salim bin ‘Abdillah Radhiyallaahu ‘anhu, sesungguhnya Abdillah ibn Umar berkata: “Saya melihat Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam memulai sholat dengan takbiratul-ihram seraya mengangkat kedua tangannya hingga lurus pada kedua pundaknya. Hal itu dilakukan juga pada saat takbir untuk ruku’. Dan melakukannya ketika mengucapkan “sami’allaahu liman hamidah”, kemudian membaca “robanaa lakal-hamdu”. Tetapi Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam tidak mengangkat kedua tangannya ketika akan sujud dan berdiri dari sujud.” (Shahih al-Bukhari, hadits no. 696)
 
Support : Watch Free TV movie online | Ayam Bangkok Murah Berkualitas | Watch Telenovelas
Copyright © 2013. Zaenal izZa - All Rights Reserved
Sesepuh by Shop For Baby
Proudly powered by Blogger